Showing posts with label curhatan. Show all posts
Showing posts with label curhatan. Show all posts

17.12.11

this is my december

baiklah...
bayinya sudah lahir
puji tuhan, alhamdulillah :)
dengan semua kesibukan yang menerpa sebagai ibu baru, blog ini terlupakan begitu saja. 
saat bayiku lahir melalui bedah kaisar, sepertinya duniaku tidak lagi menjadi milikku, tetapi miliknya.
dan sekarang, empat bulan setelah proses kelahiran yang panjang, aku siap mengambil kontrol kembali.
i am back....

pinjem lagunya linkin park
this is my december, this is my time of the year

tidak ada salahnya memuali sebuah perjalanan baru di penghujung tahun
bahkan mungkin lebih  menyenangkan.
tidak banyak waktu yang tersisa memang. tapi masih bisa digunakan dengan sebaik baiknya.

mencoba menggapai sisa resolusi yang masih berserakan. target target yang belum tercapai. setelah nyaris sepanjang tahun berfokus pada bayi, bayi, dan bayi.

smangatttttt.........

5.8.11

bayinya sudah lahir????

 
aku tidak terpikirkan kalau pertanyaan itu bisa sama membuat frustasinya seperti pertanyaan
1. sudah punya anak?
2. kapan menikah?
3. kapan lulus?
percayalah kawan, tidak ada yang paling menantikan kelahiran bayinya selain seorang ibu hamil yang sudah kelelahan selama sembilan bulan.


24.2.11

relaksasi

.....
kita menghabiskan begitu banyak waktu memacu diri kita menggapai tujuan-tujuan pribadi, kita bahkan sudah tidak ingat kapan terakhir kali kita beristirahat. ketika menyadari diri kita sedang hamil, salah satu reaksi pertama kita adalah menggertakkan gigi, meyakinkan diri kalau kita tidak akan membiarkan seorang bayi memperlambat gerakan kita.
jika kita siap menyerahkan diri pada penyakit jantung di usia muda, silakan melanjutkan perjalanan. kita tidak akan bisa terus bekerja tiada henti tanpa mengalami jatuuh sakit, baik tubuh, pikiran, maupun jiwa. kehamilan adalah saat yang tepat untuk melepaskan perilaku-perilaku serba cepat yang telah membawa kesuksesan bagi kita. ini adalah saatnya untuk mengurangi kecepatan.
seorang dokter ahli kandungan yang bijak pernah berpesan kepada pasien-pasiennya, "Jangan berdiri jika anda dapat duduk, dan jangan duduk jika anda dapat berbaring. Dan jangan berpikir saat istirahat anda sedang tidak melakukan apa-apa - Anda sedang membuat seorang bayi!"
(diary during pregnancy- beth wilson saavedra)


setelah banyak mengeluh pada postingan sebelumnya karena merasa hidupku dijajah oleh keterlambatan dan ketidakefektivan kerja, 
aku menyadari bahwa aku sedang melakukan pekerjaan yang sangat efektif dan produktif. karena itu aku mudah lelah dan hampir tidak bisa melakukan pekerjaan yang lain.
baiklah...
akan kuturuti semua nasehat dokter. dan menikmati kehamilanku.
semangatttttttt...
man shabara zhafira.......


22.2.11

after all this time

hampir sebulan menghilang dari dunia maya. 
hampir sebulan mematikan handphone sampai di tegur atasan, di komplain suami, ditinggalkan teman.
pun begitu, aku tak peduli, aku bergeming.
baru hari ini aku kembali membuka koneksi internet, itupun hanya membuka blog ini. tidak yang lainnnya.
aku merasa berhutang penjelasan kepada dunia (hehe sok penting)
meskipun sebenarnya tak ada yang bisa ku jelaskan.
aku frustasi. aku tertekan, terkadang sampai putus asa, meski ada kesadaran bahwa semua ini layak diperjuangkan dan memang harus kujalani karena aku akan mengemban tugas yang sangat mulia, menjadi IBU.

menjalani trimester pertama kehamilan, ternyata cukup sulit bagiku.
memasuki bulan ketiga, emesis yang kualami bukannya berkurang, malah bertambah.
semakin payah aku menjalani hari hari. produktivitas kerja merosot drastis. yang bisa kulakukan hanya mengajar seadanya, lalu pulang dan tidur. sambil berusaha terus makan dan kembali memuntahkan semuanya setelah setengah jam tertelan dengan susah payah.
frustasi. FRUSTASI.
baju baju mulai sesak di badan, sudah waktunya belanja perlengkapan ibu hamil. tapi aku tak punya tenaga untuk itu.
bahkan untuk membeli camilan di mini market yang berjarak 100 meter dari rumah saja aku tak mampu.

ya ALLAH.... man shabara zhafira......
itulah mantra yang selalu aku gumamkan setiap kali rasa mual dan pusing menyerang. menguasai seluruh tubuhku, tanpa bisa aku hindari atau aku lawan.
kalau sudah begitu, berkomunikasi dengan makhluk hidup adalah hal yang sangat ku hindari. aku lebih baik sendiri, mencoba untuk tidur, atau sekedar membaca buku.
kedipan lampu handphone menjadi hal yang sangat mengganggu.

27 januari 2011
pulsaku habis. ada beberapa panggilan tak terjawab, ada beberapa sms yang belum ku balas.
bukannya mengisi ulang pulsa, aku malah mematikan handphone.
ajaib, aku tidur dengan sangat nyeyak, tanpa merasa bersalah pada teman teman virtual yang kutinggalkan tanpa jawaban.


28 januari 2011
pulsaku masih kosong. handphone masih belum aku aktifkan kembali. aku berhasil memuntahkan semua sarapan dan makan siangku.
tak ada niat untuk memasuki dunia virtual. dunia nyataku berantakan. tak ada yang kulakukan selain menikmati emesis sepanjang hari.

2 februari 2011
mengajar sampai petang. aku merasa baik baik saja. terimakasih ya ALLAH.

4 februari 2011
seminggu tanpa handphone, tanpa internet. aku merasa sangat baik. kembali pada kehidupan tahun 80an. ketika kau tak bisa dihubungi selain lewat telpon rumah.
beberapa rekan kerja mulai menanyakan kenapa aku tak bisa dihubungi. aku tak peduli. 

8 februari 2011
suamiku meminta isi ulang pulsa untuk yang kesekian kali lewat handphone kakaku.
maaf sayang, sudah dua minggu aku tak mengisi pulsa handphone ku sendiri. dan aku tidak merasa berasalah jika tak bisa mengisi pulsa handphone mu.

14 februari 2011
kunjungan ke obgyn yang ketiga. aku bisa melihat janinku dalam bentuk yang utuh. dia memiliki semuanya. meski belum terlalu jelas terlihat. 
saat itu aku tau semua penderitaanku dengan emesis dan sakit kepala ternyata berguna bagi makhluk kecil yang bertumbuh dalam rahimku.
Alhamdulillah.....

18 februari 2011
kembali mengalami emesis sepanjang hari. tiga kali muntah setiap setengah jam setelah selesai makan. bahkan es krim blue berry pun tak bisa aku telan.
man shabara zhafira.....
kuatkan aku ya Allah....

19 februari 2011
emesis yang menyiksa di pagi hari. meski perut ini tak kuisi apapun sejak kemarin malam. 
kesabaranku hilang. aku menangis sambil memakai kerudung. 30 menit lagi bel masuk sekolah berbunyi, dan aku masih berkutat dengan rasa mual yang menyiksa.
maaf Tuhan, aku datang pagi ini untuk mengeluh.
akhirnya aku berangkat ke sekolah dengan mata sembab, dan hati yang kesal.
Alhmadulillah....semuanya terhapus karena keceriaan di dalam kelas.
terimakasih untuk anak-anak brilliant yang bersedia berbagi hari bersamaku.

20 februari 2011
kepalaku sangat sakit sepanjang hari, tak ada obat yang bisa dikonsumsi untuk menghilangkannya.
mual kembali menyerang.
man shabara zhafira.........
ingin pergi belanja membeli maternity clothes, apa daya, melangkah ke rumah tetangga pun aku tak sanggup.

21 februari 2011
terbangun tengah malam dalam keadaan haus dan lapar. aku bersimbah peluh. ternyata AC di kamar rusak dan mati dengan sendirinya.
aku habiskan satu jam untuk mengutak atik AC tapi tak berhasil.
akhirnya, aku kembali tertidur karena lelah.
berangkat ke sekolah dengan harapan semuanya akan baik-baik saja.

22 februari 2011
hari ini, aku menuliskan pengalaman kehamilanku.
sebenarnya lebih berisi keluhan,
maafkan aku Tuhan. lagi-lagi, hamba datang untuk mengeluh.


aku tahu, pada batas kesabaranku dan keimananku, ini adalah karunia Mu.
telah diberikan kepadaku satu tugas yang mulia, satu kesempatan yang luar biasa. 
untuk menjadi IBU.
kuatkan aku ya Allah....
man shabara zhafira.....



30.12.10

catatan akhir tahun

hujan turun begitu deras sore itu. Pedagang terompet bersembunyi di balik terpal terpal plastik. Sepertinya malam tahun baru tidak akan meriah karena guyuran hujan.

Beberapa acara outdoor terlihat sepi pengunjung. Warung warung tenda dipinggir jalan bersaing menarik pengunjung yang hanya hitungan jari.

Aku bergegas ingin pulang. Memacu mobilku menembus genangan air dan guyuran hujan. Hujan begitu lebat, hingga aku harus membatasi kecepatan karena jarak pandang yang terbatas.
Lalu lintas cukup padat. Tapi kupikir orang orang lebih banyak yang berjalan pulang daripada yang berniat pergi.

Tak ada tempat berlindung yang lebih hangat selain rumah dan cinta keluarga.
Lagu james blunt mengalun merdu dari radio, menambah suasana dingin dalam mobil karena aku memvisualkan video klipnya.

Aku semakin rindu rumah yang hangat.
Sudah terbayang coklat panas dan kue lumpur di atas meja makan yang disiapkan ibu untukku.

Lampu menyala merah saat aku tiba di perempatan. Beberapa anak yang kuyup menengadahkan tangan meminta sedekah. Aku enggan membuka kaca. Aku hiraukan mereka sambil terus mengingat adegan james blunt duduk di salju tanpa baju. Brrrrrr.......dingin.

Lampu hapeku berkedip, kulirik waktu di traffic light, masih 30 detik. Ku sempatkan untuk membaca sms yang masuk.
"Hi...selamat tahun baru, semoga semua resolusi tahun ini terwujud...."
hmmm...
Satu lagi ucapan selamat tahun baru dari teman kuliah.

Tak ku balas sms itu. Lampu sudah berubah hijau, aku harus melanjutkan mengemudi.Genangan air menutupi beberapa lubang jalanan, mobilkupun terpaksa melewatinya.

Hampir setiap hari aku melewati jalanan yang sama, dua kali. Kondisi jalan terkadang baik, terkadang buruk. Dan untuk tahun yang baru, aku berharap semua jalanan mulus untuk dilalui.
Sekarang lagu yang terdengar adalah a new day has come.
Ahh.. Benar benar cocok untuk menyambut tahun baru.


Sebenarnya kalau dipikir lagi, apa artinya tahun baru. Hanya perayaan bergantinya hari? Bergantinya angka? Bagaimana jika jam dirumah mu mati? Apakah kau tahu bahwa hari sudah berganti? Bahwa satu tahun sudah berlalu?
Mengapa begitu banyak orang sibuk merangkai resolusi? Mengapa akupun turut sibuk membuat resolusi?
Ada berapa banyak resolusi yang telah ku buat? Adakah yang tercapai?

Pikiranku melayang pada tumpukan laporan diatas meja kerjaku. Tumpukan makalah para mahasiswaku. Semuanya belum selesai aku periksa.
Proposal kerjasama yang belum sempat aku ketik ulang. Usulan short term course ke singapore yang baru setengahnya. Daftar belanja bulanan yang dipesan ibu.

Resolusi? Resolusi apa yang akan aku buat?
Semuanya kemungkinan besar akan bertengger di agenda tahunan yang berdebu.

Beberapa detik pikiranku teralihkan dan aku kehilangan konsentrasi. Mobilku mengarah pada lubang jalanan yang cukup besar. Aku berusaha untuk menghindar tapi malah menabrak pembatas jalan.
Sial..!!!!
Bemper depan mobilku penyok. Aku berhenti.

Aku berhenti berpikir. Aku berhenti mengemudi. Aku meminggirkan mobilku.
Ingin rasanya turun. Membiarkan hujan membasahi kepalaku dan seluruh tubuhku. Ingin rasanya membiarkan air hujan mengalir, menghapuskan semua keburukanku di tahun lalu. Menghanyutkan ketidakwarasanku. Menyapu semua kebencian, putus asa, dan rasa bersalahku. Menghilangkan semua noda kebohonganku.

Tapi semua itu tak akan mungkin. Jika hujan menghapus semua keburukanku, maka kebaikanku pun akan ikut terhapus.
Jika hujan menghanyutkan ketidakwarasanku, maka kewarasanku pun akan ikut hanyut. Jika hujan menyapu semua rasa, maka aku akan kehilangan cinta, kasih, dan sayang dalam hatiku. Jika hujan menghilangkan kebohonganku, maka kejujurankupun akan ikut hilang.

Aku menyalakan lampu emergency, mengambil payung, lalu melangkah keluar. Kerusakannya tidak terlalu parah.
Sudahlah, aku sebaiknya meneruskan perjalanan pulang. Aku tidak mau membuat ibu khawatir.

Aku tetaplah aku, betapapun tahun berganti baru.
Aku dengan semua kewarasan dan kegilaan ku, dengan semua rasaku, dengan semua bohong dan jujur ku, dengan semua benar dan salah ku.

Tapi setidaknya, aku jadi punya resolusi untuk tahun baru.
Mengganti bemper mobilku :)


selamat tahun baru tahun 2020 kawans......
Hahahaha


1.12.10

hari untuk ibu

ibu
bunda
mamih
mama
emak
ah...
apapun sebutannya, sosok manusia ini adalah bagian terpenting dalam hidupku.
setiap kali sesi ESQ, ataupun sesi muhasabah, ataupun sesi renungan malam, atau sesi bintal, bagian yang paling menyentuh dah berhasil membuatku tersedu sedan adalah ketika mulai membahas tentang ibu.

bersyukurlah aku masih bisa mencium hangatnya tangan ibu setiap pagi, masih bisa melihat hangatnya tatap kasih sayang ibu setiap senja, dan masih bisa merasakan hangatnya kecupan ibu saat malam menjelang.

bulan desember adalah bulan yang istimewa bagi kaum ibu di indonesia, karena setiap tanggal 22 desember diperingati hari ibu. meski bagiku setiap hari adalah hari ibu, karena setiap detik cinta ibu selalu menyertaiku. 
masih 21 hari menjelang peringatan hari ibu, tapi pikiranku sudah sibuk dengan rencana-rencana istimewa untuk ibu di hari itu. 
apa yang akan kau lakukan untuk ibu mu pada hari ibu kawans?
aku sendiri masih belum tahu. karena perayaan teristimewa sekalipun tidak akan pernah mengalahkan istimewanya ibu. hadiah semahal apapun tidak akan mampu membalas kasih sayang ibu. liburan ketempat paling indah dimanapun tidak akan pernah sama indahnya dengan pengorbanan ibu.

- i love you BUNDA -


21.11.10

ga TAhU

 
Mengajari siswaku cara menjawab soal TOEFL, membuatku belajar lebih banyak tentang karakteristik soal TOEFL.
percayalah kawans, aku bukan ahli TOEFL, dan nilai TOEFL ku tidaklah luar biasa. aku mengajarkan soal TOEFL pada siswaku hanya karena aku punya pengalaman menjalani tes TOEFL lebih banyak daripada para siswaku dan karena aku adalah seorang guru bahasa inggris :)
profesi seseorang membuatnya harus mampu dan mau menjalani segala hal yang berhubungan dengan profesinya itu secara profesional.


ah.. prolognya terlalu panjang :)
dalam tulisan ini aku ingin bercerita tentang jawaban para siswaku. saat membahas soal written expression dalam TOEFL, sebagian besar siswaku tahu mana bagian yang salah dalam kalimat, tetapi mereka tidak tahu bentuk yang benar dari bagian yang salah itu.

setiap kali ditanya, kenapa bagian ini salah? yang benar seharusnya bagaimana? 
hampir semua murid kompak menjawab: "ga tahu (lengkap dengan senyuman/cengiran yang entah maknanya apa)

memang bukan kali ini saja aku bertanya dan mendapat jawaban "tidak tahu"
di luar konteks pembelajaran pun, aku sering menemui jawaban atau pernyataan "tidak tahu" 
sepertinya dengan berkata "tidak tahu" , seseorang telah mengalami pembebasan diri atas perkara yang sedang dihadapi, apapun itu.

mungkin itu benar. karena ada pendapat yang mengatakan bahwa ketidaktahuan tidak akan menyakitkan, ketidaktahuan akan menyelamatkan, ketidaktahuan akan membebaskan.
 
setiap orang berhak untuk menyelimuti dirinya dengan tirai ketidaktahuan. karena dengan begitu, dia akan terlindungi dari rasa sakit, terselamatkan, dan terbebaskan.
tapi itu hanya untuk hal-hal tertentu. kalau kaitannya dengan ilmu pengetahuan, pendapat tentang ketidaktahuan yang bersifat membebaskan, menyelamatkan, dan tidak menyakitkan, justru akan menjerumuskan seseorang dalam lorong gelap.
pengetahuan adalah cahaya yang akan menuntun seseorang berjalan di dalam lorong yang gelap untuk menuju pada kehidupan yang cerah.

orang yang cerdas adalah orang yang tahu apa yang ia tidak ketahui.
dengan mengetahui hal-hal yang tidak kita ketahui, kita akan mencari tahu segala sesuatu mengenai hal-hal tersebut dan menjadi tahu, menjadi lebih berilmu, menjadi lebih berarti.


so, do you know what you don't know?



21.10.10

i'm coming back home

mari kembali bicara tentang rumah. bagiku, sekolah tempatku mengajar sekarang adalah rumahku. entah rumah yang keberapa, tapi yang jelas aku sangat nyaman berada di dalamnya, terlepas dari berbagai konflik dan masalah yang timbul.

aku punya beberapa kamar (baca: kelas) di rumah (baca: sekolah) yang menjadi daerah kekuasaan ku, yang menjadi tanggung jawabku. lengkap dengan semua perabot (baca: siswa) yang ada di dalamnya.
dua bulan terakhir, aku terpaksa merelakan kamar-kamar itu untuk disewa dan dihuni oleh pendatang baru. dan aku memposisikan diriku sebagai landlord :)
sebuah posisi yang cukup menyenangkan sebenarnya. 

awalnya ada rasa khawatir yang menyergap, aku tak bisa merelakan begitu saja orang asing untuk masuk dan menguasai kamar-kamar ku. perasaan yang wajar jika aku takut mereka akan menggores beberapa perabot, atau menggunakan fasilitas tanpa semestinya.

 karena itu, aku terus mengawasi apa yang dilakukan oleh para penghuni baru itu dengan kamar-kamar ku. aku melihat mereka tidur di atas dipan dengan sangat hati-hati, seolah takut menimbulkan bunyi berdecit, padahal dipan itu masih baru. aku melihat mereka membersihkan kaca jendela kamar setiap pagi. terkadang aku juga melihat mereka membanting pintu karena kesal. 

beberapa kali, aku juga melihat mereka terisak di sudut kamar karena kebingungan dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan. saat-saat seperti itu, aku akan masuk ke dalam kamar dan membantu mereka menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. 

hari-hari pertama, para pendatang itu terlihat tidak nyaman berada di kamar-kamar ku. mereka lebih menikmati berjalan-jalan di sekitar rumah dan bercengkrama dengan pendatang-pendatang yang lain. 
seiring berlalunya waktu, mereka mulai terbiasa dengan keadaan kamar-kamar ku, mereka mulai terampil menggunakan semua fasilitas, merawat dan menggunakan perabot sebagaimana mestinya. mereka bahkan mulai menghabiskan lebih banyak waktu untuk merawat perabotan yang ada di dalam kamar. 
aku pun sudah bisa tenang menyerahkan kamarku sepenuhnya kepada para pendatang itu. meski sesekali aku tetap memantau perkembangannya.

kini, masa sewa kamar-kamar itu segera habis. dan aku mulai bersiap untuk kembali menguasai seluruh kamar itu sendirian. merawat semua perabotnya sendirian, seperti sebelum para pendatang itu menghuni kamar.
rasa khawatir kini datang, tapi dalam bentuk yang berbeda.
mungkinkah perabotan di kamar-kamar ku telah terbiasa dengan sentuhan para pendatang itu dan merasa asing dengan hadirku lagi sepenuhya?
ah...semoga saja tidak. perabotan kamar-kamar ku adalah pilihan, mereka pasti bisa beradaptasi dengan semua orang yang menghuni kamar.

aku akan kembali memenuhi hari-hariku di rumah dengan membereskan semua kamar milikku sendirian, mengepel lantainya, mengelap kaca jendelanya, merapikan meja dan dipan, serta menata baju-baju dalam lemari dengan baik. 

bagaimana dengan para pendatang yang sekarang sudah menjadi temanku itu?
aku berharap mereka belajar banyak tentang cara mengurus rumah dan kamar serta perabotnya.
aku yakin jika suatu saat mereka menemukan rumah dan dipercaya untuk menghuni beberapa kamar di dalamnya, mereka sudah sangat siap dan akan menjadi penghuni yang baik.
para penghuni yang menyebarkan kasih, yang bermanfaat, dan aman bagi rumah dan kamar-kamar berikut perabotan di dalamnya.
bismillah.....

25.9.10

Good Morning

Terjaga satu jam lebih awal, membuatku leluasa menghabiskan pagi. Mungkin karena aku tidur lebih awal dan cukup nyenyak, badanku terasa sangat bugar. Pagi di hari sabtu, weekend, pertanda kegiatan jauh lebih padat dari hari biasa. Aku akan menghabiskan waktu di sekolah dari pagi hingga petang menjelang. Ada rapat yang harus ku hadiri.

Aku baru menyelesaikan dzikir ku ketika hujan mulai menyapa daun dan rerumputan. Mendung yang menggantung sejak malam akhirnya jatuh juga.
Suasana yang sejuk membuatku memutuskan untuk lebih lama berdialog dengan pemilik hujan dan alam semesta. Pagi ini begitu hening, mungkin karena orang lain lebih tertarik untuk mendekap kasur dan bantal guling masing-masing.

Pagi seperti ini, ditambah suami yang berada di luar kota, mengingatkan ku pada masa lajang yang kuhabiskan di utara bandung raya. Suasana sepi, udara dingin, dan hatiku yang larut dalam khidmatnya ibadah.

Suara deru motor tetangga yang beranjak bekerja meski hujan belum lagi reda, menyadarkanku untuk segera bersiap. Kulipat sajadah dan mukenah, lalu bergegas ke dapur. Hari ini banyak kegiatan, jadi wajib hukumnya untuk sarapan dan membawa camilan. Ditambah cuaca yang tak menentu, thypoid mulai mengancam.

Aku cukup akrab dengan penyakit yang berhubungan dengan pencernaan. Mulai dari sekedar diare, gastritis, hingga thypoid. Tapi semua penyakit itu tidak menghentikanku dari gaya hidup instan. Sejak jaman kuliah, makanan instan menemani hari-hariku. Dan kebiasaan itu masih berlanjut sampai sekarang. Pagi ini aku menyeduh bubur instan untuk sarapan ditemani susu beruang. Sebagai camilan saat istirahat nanti, aku siapkan roti tawar bertabur susu dan coklat ceres serta sebotol air mineral. Untuk makan siang, aku percayakan pada pak satim, tukang soto di sekolah.

Setelah selesai soal makanan, aku kembali ke kamar untuk memilih baju. Bobot tubuh yang bertambah, timbunan lemak di setiap sudut akibat kemakmuran dan terapi hormon yang kujalani, membuatku tidak punya banyak pilihan. Dan pilihanku kembali jatuh pada kemeja garis hijau dengan kerudung senada dan celana warna hitam. Semuanya berbahan katun agar nyaman dipakai sepanjang hari.

Selesai berdandan dan mematut diri di depan cermin sepatutnya, aku bergerak ke meja makan untuk melahap bubur instan yang sudah mulai dingin dan terlalu merekah. Rasanya memang kurang sedap, tapi cukuplah untuk mengganjal perut sampai waktu istirahat.

Sementara aku asik memperhatikan tingkah spongebob sambil menyuapkan bubur ke mulutku, terdengar suara gerbang belakang dibuka. Ternyata pak momon yang datang, siap untuk mengantarku ke sekolah. Sejak peristiwa 22 pebruari, suamiku ngotot untuk menyewa jasa supir pribadi yang siap mengantarku kemanapun.

Aku mengecek barang bawaanku. Roti, air, tempat pensil, absensi, dompet, dan...handphone. Siiiiiipppp. Semua lengkap. Ayo berangkat!!! Kita terjang hujan dengan semangat. (sampai disini aku terbaca seperti murid SD yach.....)

jalanan tampak lengang. Hanya ada beberapa mobil berseliweran dan manusia-manusia berpayung. Hingga seorang pengendara motor melewatiku dan aku tersadar akan sesuatu.
Hari ini harusnya aku pakai seragam PGRI......!!!!!!! Ah..... Ya sudahlah......

*catatan kaki
seandainya takdir berkata lain, mungkin pagiku akan lebih hiruk pikuk. Karena aku harus mengurusi makhluk Tuhan yang mungil dengan segala tingkah polahnya.
Maaf Tuhan, aku masih terluka. Salah satu hari di bulan september ini "was my due date".



24.9.10

man jadda wajada

Negeri 5 Menara

sebuah novel tentang pendidikan yang menggugah nurani.
bahasa yang dinamis, terkadang lembut, terkadang begitu kuat sehingga aku seolah ikut begadang semalaman untuk bersiap menghadapi ujian bersama alif. berkeringat memanggul lemari diburu lonceng tanda berkumpul di masjid. merasakan mual karena bau pengap di bus lintas propinsi yang ditumpanginya. merasakan debar jantung dan desir darah ketika bertemu dengan sarah. dan berteriak dengan lantang hingga semua otot leher terasa kaku dan suara serak "MAN JADDA WAJADA"

membaca novel ini, membuatku tidak ingin berhenti. aku ingin terus menekuri halaman demi halaman. ritme membacaku kadang cepat kadang lambat, mengikuti alur cerita. hingga ada rasa kehilangan ketika telah sampai di bagian akhir cerita.
 
satu lagi, novel yang sangat inspiratif bagi pendidikan. sebuah referensi fiksi yang terasa begitu nyata. dan berikut adalah cuplikan novel yang membuatku begitu tergugah, dan membuat alif benar-benar hidup:
 
 

“MAN JADDA WAJADA!!!”

Teriak laki-laki muda bertubuh kurus itu lantang. Telunjuknya lurus teracung tinggi ke udara, suaranya menggelegar, sorot matanya berkilat-kilat menikam kami satu persatu. Wajah serius, alisnya hampir bertemu dan otot gerahamnya bertonjolan, seakan mengerahkan segenap tenaga dalamnya untuk menaklukkan jiwa kami. Sungguh mengingatkan aku kepada karakter tokoh sakti mandraguna di film layar tancap keliling di kampungku, persembahan dari Departemen Penerangan waktu itu.

Man jadda waja: sepotong kata asing ini bak mantera ajaib yang ampuh bekerja. Dalam hitungan beberapa helaan napas saja, kami bagai tersengat ribuan tawon. Kami, tiga puluh anak tanggung, menjerit balik, tidak mau kalah kencang.


“Man jadda wajada! “

Berkali-kali, berulang-ulang, sampai tenggorokanku panas dan suara serak. Hingar bingar ini berdesibel tinggi. Telingaku panas dan berdenging-denging sementara wajah kami merah padam memporsir tenaga. Kaca jendela yang tipis sampai bergetar-getar di sebelahku. Bahkan, meja kayuku pun berkilat-kilat basah, kuyup oleh air liur yang ikut berloncatan setiap berteriak lantang.

Tapi kami tahu, mata laki-laki kurus yang energik ini tidak dimuati aura jahat sama sekali. Sebaliknya, dia dengan royal membagi energi positif yang sangat besar dan meletup-letup. Kami tersengat dan menikmatinya. Sumbu kecil kami terpercik api, mulai terbakar, membesar, dan terang! Kami bagai lilin kecil yang baru dinyalakan.

Dengan wajah berseri-seri dan senyum sepuluh centi menyilang di wajahnya, laki-laki ini hilir mudik di antara bangku-bangku murid barunya, mengulang-ulang mantera ajaib ini di depan kami bertiga puluh. Setiap dia berteriak, kami menyalak balik dengan kata yang sama, man jadda wajada. Mantera ajaib berbahasa Arab ini bermakna ringkas tapi tegas:

”Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”.

Laki-laki ramping ini adalah Ustad Salman, wali kelasku. Rambutnya ikal dipotong pendek, jambangnya dibiarkan agak pajang. Wajahnya lonjong kurus, sebagian besar dikuasai keningnya yang lebar. Alisnya yang tebal datar menaungi sepasang bola matanya yang lincah dan memancarkan sinar kecerdasan. Dagunya ditumbuhi jenggot yang dipangkas rapi. Kaki dan tangannya yang panjang gesit bergerak ke setiap sudut kelas. Sebuah dasi berwarna merah tua terikat rapi di leher kemeja putihnya yang licin. Kedua lengan bajunya lebar dan berkibar-kibar setiap dia melenggangkan tangan dengan cepat. Lipatan celana hitamnya berujung tajam seperti baru saja disetrika. Sepatu hitam bertalinya mempunyai sol tebal dan selalu berdekak-dekak setiap dia berjalan di ubin kelas kami.

Selain kelas kami, ada sekitar puluhan kelas lain yang bernasib sama. Masing-masing dikomandoi seorang kondaktur yang energik. Sang kondaktur menyalakkan “manjadda wajada” dengan penuh otoritas sehingga membuat para subjeknya tergugah dan menjerit kencang. Hampir satu jam non stop, kalimat ini bersahut-sahutan dan bertalu-talu. Koor ini bergelombang seperti guruh di musim hujan, menyesaki udara pagi di sebuah desa terpencil di udik Ponorogo.

Inilah pelajaran hari pertama kami di PM. Kata mutiara sederhana yang sangat kuat yang terus menjadi kompas kehidupan kami kelak.

Negeri Lima Menara adalah novel pertama A. Fuadi. Diterbitkan Gramedia pertengahan Agustus 2009. Novel ini bagian pertama dari trilogi.
sumber: http://www.negeri5menara.com/index.php/intipisi/cuplikan-novel/58-cuplikan-5-man-jadda-wajada

the nights

 
saat mentari memutuskan untuk mengundurkan diri sejenak dari panggung cakrawala, kegelapan mulai mengambil peran. bumi diselumuti warna hitam, pekat dan kian pekat. terkadang malam datang terlalu cepat dan pergi sangat lambat, menyisakan banyak waktu untuk dihabiskan dalam gelap.
 
dulu sewaktu masih balita, aku menghabiskan malam digendongan ayah sambil mendengarkan dongeng dan cerita rakyat sampai lelap. atau menunggangi punggungnya berkeliling rumah mencari nyamuk-nyamuk yang telah mati terkena obat semprot, mengumpulkan semuanya lalu membungkusnya dengan kertas koran. setelah itu dibakar, aku suka dengan bau asap dan suara pletok-pletok yang keluar dari badan nyamuk yang terbakar.

ketika awal-awal tahun di sekolah dasar, aku menghabiskan awal malam untuk mengaji di rumah pak ustadz yang sempit, berjejalan dengan anak lain untuk membaca huruf-huruf al-quran di bawah sorot lampu pijar 10 watt. setelahnya, aku akan memenuhi rumah dengan kartu alphabet dan belajar membuat dan membaca rangkaiannya dalam kata-kata. ibu bilang, aku tidak lancar membaca sampai kelas dua SD. hiks....
tapi sekarang aku malah sangat senang membaca dan menjadi guru bahasa yang harus menularkan kegemaran membaca pada murid-muridku.
 
pada malam liburan semester di akhir-akhir tahun sekolah dasar, aku akan menghabiskan malam dengan menonton si doel anak sekolah, dan bermain bulu tangkis bersama teman di komplek rumah. 

aku masih ingat, beberapa malam yang paling berkesan pada masa kecilku adalah ketika aku menginap di rumah nenek, tidur berjejalan dengan beberapa orang sepupu. setelah sebelumnya mendengarkan cerita masa kecil nenek tentang penjajah belanda, jepang, dan  PKI. 
aku juga akan melewatkan beberapa waktu malam untuk melihat pertunjukkan asap dari mamang yang perokok berat. aku selalu menganggap asap rokok yang dia tiupkan begitu indah dengan berbagai bentuk yang bisa keluar lewat mulut, hidung dan telinganya. hingga suatu malam, aku mendengar kabar kematian mamang karena kanker paru-paru. sejak saat itu, aku benci asap rokok.

malam-malam ketika aku mulai meninggalkan masa kanak-kanak terasa kian berat. saat SMP dan SMA aku menghabiskan malam dengan mengerjakan tugas, dan menghapal materi ujian. sering kali aku tertidur dikelilingi buku-buku sekolah. beberapa malam aku cemas karena merasa tidak siap menghadapi ujian sekolah. beberapa malam lagi, aku tidak nyenyak tidur karena terlalu pusing memikirkan tugas sekolah yang belum selesai.
dan sekarang, setiap kali memasuki kelas, aku selalu bertanya apakah murid-muridku melewati malam yang berat? seperti yang pernah aku alami?
 
saat menjalani masa kuliah diperantauan, aku menghabiskan malam pertama di kosan dengan menangis. setelah tujuh belas tahun tinggal di rumah, aku merasa takut dan tidak siap hidup di rantau. menjalani hari-hari ku sebagai mahasiswa. 
tapi itu hanya satu malam saja, karena malam-malam selanjutnya aku habiskan dengan tidur nyenyak karena lelah setelah menjalani orientasi kampus.
saat kegiatan perkuliahan mulai padat dan aku aktif di kegiatan kemahasiswaan, beberapa malam aku habiskan di kampus dengan para aktivis. merapatkan sesuatu hingga menyiapkan acara. 
beberapa malam aku habiskan di rentalan komputer milik ibu kos. karena uang kiriman dari ayah belum cukup untuk membeli komputer, sedangkan aku baru punya ide mengerjakan tugas kuliah setelah malam sudah larut. 
di tahun-tahun akhir kuliah, aku mengalami malam-malam yang berat dan panjang. bersyukur aku sudah bisa membeli komputer, jadi tidak perlu lagi begadang di rentalan, aku bisa mengetik laporan, makalah, dan booklet di kamar kos ku sambil diselingi makan cemilan, mie rebus, juga minum teh hangat yang ku buat dan seduh sendiri.
terkadang ditengah kesibukan malam hari, ibu menelpon untuk memberiku semangat. "............maaf ya nak, ibu hanya bisa bantu doa, semoga semua lancar, tetap sehat, dan diberi kelapangan pikiran untuk mengerjakan semua tugas kuliah, dan menjawab semua pertanyaan ujian."
 
ada tiga malam yang sangat berkesan selama kuliah, pertama adalah malam ketika aku berkesempatan menyaksikan pagelaran orkestra sebagai inagurasi teman-teman jurusan seni, kedua adalah malam pelepasan wisudwan, dan ketiga adalah malam menjelang sidang skripsi.
 
sekarang, saat aku semakin dewasa, malam adalah saat untuk bermuhasabah. tidak banyak tugas yang harus ku kerjakan hingga malam, karena itu malam hari lebih banyak ku habiskan untuk menghitung.
menghitung berapa banyak hati yang telah ku sakiti, apakah lebih banyak dari hati yang telah ku bahagiakan?
mengitung berapa banyak ilmu yang telah aku bagi, apakah lebih banyak dari gosip yang menyesatkan?
menghitung berapa banyak kantong plastik yang telah aku  buang? berapa banyak kertas yang telah aku pakai? berapa banyak polusi yang telah kusebarkan kepada alam? apakah sebanding dengan usahaku menjaga alam hanya dengan membuang sampah pada tempatnya?
menghitung berapa detik yang telah kuhabiskan untuk bersyukur? apakah lebih banyak dari waktu yang kuhabiskan untuk merutuki hidup?
mengira-ngira apakah masih sanggup melewati malam ini untuk bertemu esok pagi?



well, selamat malam dunia..................

19.8.10

lelaki sempurna

 
Lelaki sempurna yang kuimpikan
Adalah seseorang yang menenangkan jiwa
Lelaki sempurna seperti dia
Punya segala sifat indah tanpa cela
Lelaki sempurna berkiblat surga
Menyejukkan hati dengan akhlak mulia
Lelaki sempurna seperti dia
Menjadi penuntun dunia dan akhirat
Lelaki impianku

Al Amin jujur amanah dipercaya
Fathonah cerdas serta tepati janji
Tawadhu rendah hati
Amiru berbuat baik
Shiddiq duniawi
dermawan tawakal sabar hati
Istiqomah berada dijalan lurus
Itulah sifat rasul
Sifat sifat sempurna
Sifat lelaki dambaan kita semua

Lelaki sempurna berkiblat surga
Menyejukkan hati dengan akhlak mulia
Lelaki sempurna seperti dia
Menjadikan penuntun dunia dan akhirat
Lelaki impianku

Al Amin jujur amanah dipercaya
Fathonah cerdas serta tepati janji
Tawadhu rendah hati
Amiru berbuat baik
Shiddiq duniawi
dermawan tawakal sabar hati
Istiqomah berada dijalan lurus
Itulah sifat rasul
Sifat sifat sempurna
Sifat lelaki dambaan kita semua

Al Amin jujur amanah dipercaya
Fathonah cerdas serta tepati janji
Tawadhu rendah hati
Amiru berbuat baik
Shiddiq duniawi
dermawan tawakal sabar hati
Istiqomah berada dijalan lurus
Itulah sifat rasul
Sifat sifat sempurna
Sifat lelaki dambaan kita semua

Lelaki sempurna seperti dia
Lelaki impian
================================================
 
 
sebuah lirik lagu indah yang dinyanyikan Gita Gutawa.
sungguhpun aku bukanlah seorang wanita sempurna yang layak mendapatkan seorang lelaki sempurna untuk mendampingiku dalam dunia dan akhiratku.
maka cukuplah bagiku seorang lelaki baik yang dipilihkan Allah untukku, yang mau bersama berjuang untuk menggapai kemuliaan, kebaikan, dan keberkahan hidup.


wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). 
(QS An Nur:26)

17.8.10

7 hari

bulan ramadhan sudah melewati hari ke tujuh. 
banyak hal yag terjadi saat melewati hari demi harinya.
apa makna bulan ramadhan? apakah aku termasuk yang berhasil atau yang gagal dalam menjalaninya.
pasti ada rahasia dan hikmah yang begitu besar sehingga Allah menjadikan bulan in begitu istimewa. 
di dalamnya terdapat malam seribu bulan.

dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan kita dituntut untuk menahan nafsu. nafsu makan, nafsu jiwa, dan nafsu lainnya.
tapi banyak yang terjadi adalah kita malah menumpuk nafsu.
contoh yang sederhana adalah omset penjualan makanan yang meningkat selama ramadhan, bahkan sampai 60 persen.
di tepi jalan berderet pedagang makanan dadakan, dan sejauh pengamatanku setiap pedagang pasti dikerubuti pembeli.
jadi sebenarnya sejak waktu imsak kita sudah menumpuk nafsu makan untuk dilampiaskan saat berbuka nanti.
beberapa ibu rumah tangga yang aku kenalpun mengeluh tentang pengeluaran selama ramadhan yang membengkak dibanding hari biasa. karena berbuka puasa dijadikan alasan untuk menyantap makanan istimewa yang jelas harganya lebih mahal dari menu sehari-hari.
hmmmm....

kemudian kita juga diperintahkan untuk menahan nafsu jiwa. kita diharuskan untuk berbaik sangka, berkasih sayang terhadap sesama, menghindarkan diri dari bergosip, menghindarkan diri dari tutur kata yang menyakiti saudara.
tapi ketika maghrib tiba, kita seolah terbebas dari belenggu dan melampiaskan semuanya. bahkan sebelum maghrib kita sudah memenuhi mulut dan pikiran dengan gosip dan cela.
jadi apa makna ramadhan bagi kita, ketika kita gagal total mengendalikan diri. 
ketika yang kita dapat dari puasa kita hanyalah lapar dan dahaga.
hmmmm....

berpuasa adalah silent devotion. bukan hingar bingar perayaan yang diisi dengan kemeriahan buka bersama, kemeriahan taraweh di masjid, atau kemeriahan tabligh akbar.

ah...sok bijak ya????
betapapun yang aku tuliskan di atas bukan untuk menggurui atau menghakimi. 
semua kata adalah pengingat untuk diri sendiri agar bisa beribadah dengan baik, dengan tulus ikhlas, dengan senyap namun penuh keyakinan.

jika ada yang berpendapat nyinyir dengan berkata:
"mengapa minta maaf harus menunggu ramadhan" (lebih baik daripada tidak minta maaf sama sekali)
"bagiku bulan ramadhan sama saja dengan bulan yang lainnya" (tidak sama, karena bulan ini kita berpuasa dan bertaraweh dan bertadarus)

biarlah....
bagiku ramadhan tetap istimewa, maka aku akan menjadikan diriku istimewa dengan menjadikan ramadhan bulan yang istimewa.



12.8.10

tentang iklan

 
my random thoughts tentang iklan yang berseliweran.
libur awal puasa membuatku punya banyak waktu untuk nonton iklan di tv karena porsi iklan memang lebih banyak daripada acara tv-nya.

dan berikut adalah hasil pemikiran akibat iklan yang muncul berulang ulang sampai aku merasa nonton iklan diselingi berita, atau nonton iklan diselingi bolang, dan bukan sebaliknya.

1. iklan telkomsel dengan backsound opick mengingatkan aku pada film berjudul pay it forward.
tapi yang aneh, setelah iklan ini muter-muter dari proyek bangunan sampe naik mobil ke pedesaan, kok bisa balik lagi ke proyek bangunan terus tiba-tiba semuanya ada di desa????
ah...
padahal idenya sudah bagus. mengajak orang berbuat kebaikan dengan melakukan kebaikan berantai. tapi rangkaian kebaikan yang tercipta malah menjadi absurd dengan ending yang dipaksakan. 
jelas-jelas bapak tukang bangunan itu sedang ada di proyeknya di kota, kok tiba-tiba ada di desa.


2. iklan ponds yang versi pohon dan bench.
iklan produk ini memang memprovokasi dan menyeting standar baru tentang kata cantik. sudah banyak yang membahasnya. betapa wanita harus berkulit putih untuk bisa menarik perhatian lawan jenis. 
tapi bukan itu yang menarik perhatianku. 
adegan bahwa akhirnya si pria memindahkan pohon tempat si wanita sering membaca dan meletakkannya di belakang bench tempat dia membaca menjadikan satu kesimpulan baru.
wanita tak hanya harus cantik untuk dapat menarik perhatian pria, tapi juga harus rela "berpindah".
pindah disini yang ditandai dengan keputusan pria memindahkan pohon dan bukan memindahkan bench memiliki arti banyak. bisa pindah tempat tinggal, pindah pekerjaan, pindah keyakinan, dan pindah lainnya.
lagi-lagi produk ini menyeting standar baru dan nyaris menghilangkan emansipasi wanita dengan meletakkan laki-laki sebagai makhluk superior.

3. iklan sirup marjan versi restoran.
ga ada yang istimewa dari iklan ini. meski sering berseliweran aku ga tertarik untuk beli marjan. malahan aku pengennya beli ABC special grade karna botolnya bagus.
tapi iklan ini jadi menarik karena tiba-tiba pas lagi nonton tv bareng di ruang tengah ada yang nyeletuk. "eh, beli melon yang bijinya strawberry dimana ya???? enak kali ya, seger-seger gimana..gitu..."
hallloooo????
puasa sih puasa non...!!! masa akal sehat jadi ikutan puasa juga sih???
tapi lumayan lah buat hiburan menjelang maghrib hehehe
kejadian itu mengingatkan aku tentang isi iklan yang cenderung lebayyyyy..
yah, jauh dari kenyataan. makanya sebagai penonton yang cerdas, kita anggap aja itu sebagai hiburan. ga usah dianggap serius.
sampe jamannya monyet tanpa bulu, ga akan ketemu tuh buah melon yang bijinya strawberry :)
eh, tapi bukannya yang lebay lebay itu melanggar kode etik periklanan ya??? 

4. iklan gulaku versi terbaru
dari versi-versi sebelumnya, iklan gulaku emang enak diliat. penggunaan teknologi animasi cukup menarik perhatianku.
dan bukan cuma aku yang kepincut dengan iklan ini, manusia terkecil di rumah yang baru 2 tahun sukses dibuat tak berkutik setiap iklan ini tayang. 
kayaknya sayang banget kalo dia sampe kehilangan moment yang cuma beberapa detik itu. meski sedang asik melakukan aktifitas, dia akan berhenti sejenak dan fokus melihat iklan sampai selesai.
bagus..................nod nod nod....

5. setelah baca tulisan ga penting ini, jadi kepikiran iklan apa ya????
ga usah ikut mikir lah... ga penting....

HAPPY RAMADHAN EVERY BODY...........



15.7.10

menangislah.....

lelaki tidak boleh menangis.
really?????
how naive, how pathetic...

menangis adalah bahasa universal yang bisa dilakukan oleh semua orang di dunia. tak peduli bangsa mana, berapa usianya, miskin ataupun kaya.
sering kali mendengar ucapan orang tua untuk anak lelakinya, jangan menangis nak, lelaki harus tegar, jangan cengeng. seolah air mata adalah hal tabu bagi kaum maskulin.

padahal menurutku menangis tidak mengurangi maskulinitas seseorang. menangis pada saat sedih, saat takut, saat cemas, ataupun saat bahagia adalah sehat secara psikologis. 
menangis bisa mengurangi beban dan tekanan yang sedang dihadapi pada saat-saat tertentu, tak peduli dia lelaki atau wanita.

menangislah bila perlu, karena menangis adalah manusiawi.
jika menangis memang tabu bagi lelaki, maka kita harus belajar, membuka mata dari ajang piala dunia.
ya, piala dunia yang notabene adalah kompetisi maskulin justru menghadirkan banyak adegan tangis.
di lapangan yang dipenuhi oleh lelaki, tak jarang kita melihat beberapa dintaranya yang menangis pada saat wasit meniup peluit panjang.

beberapa pesepak bola top dunia terlihat meneteskan air mata di lapangan. lihatlah bagaimana Luis Suarez menangis setelah di kartu merah karena menghalau bola dengan tangan. Lionel Messi menangis dipelukan Diego Mardona setelah gagal melaju ke semifinal. Assamoah Gyan tak kuasa menahan kecewa dan menangis karena gagal melakukan penalti pada menit terakhir laga penentuan Ghana. Wesley Sneijder pun menangis saat Belanda gagal menjadi juara piala dunia. dan hampir semua pemain Itali dan Brazil menangis saat harus pulang tanpa gelar.

"Any man who isn't afraid to cry in front of others is sure enough of himself to always show his true feelings and has the potential to be upfront and honest in his relationships."

just let the tears flow. no afraid. no offense. it's human.

jadi, kawanku yang maskulin, yang merasa dirinya adalah pejantan tangguh,
masih malukah untuk menangis???
jika kau merasa sangat jantan dan ingin menjaga citra itu, mulailah menangis dan berhentilah merokok!!!!!
(^.^)


-dwizan-

4.7.10

3 idiots

okay...satu lagi film yang baru aku tonton di masa liburan ini.
film india tepatnya.

ini adalah film hollywood kedua yang aku tonton yang temanya bukan cinta melulu....
sebelum film ini, aku selalu menikmati bintang bollywood dan nyayiannya dalam film-film yang bertema cinta, sebut saja kuch-kuch hota hai, kal ho na ho, kabhi kushi kabhi gham, chalte chalte, dan kabhi al vida na kehna.

aku adalah penikmat film, dalam genre apapun, dari negara manapun. tapi yang sering dan paling suka ditonton adalah produksi Hollywood genre romantic comedy and drama. yang hampir selalu berhasil membuatku terbahak dan termehek hehehe

kembali fokus pada film yang baru saja aku tonton ini, 3 idiots. aku tidak tertarik dengan judulnya. makanya walaupun film ini sudah di review dan dirilis dari desember 2009, aku baru menontonnya hari ini.
judulnya yang kalau diartikan menjadi tiga orang bodoh, membuatku membayangkan bahwa sepanjang film akan diisi dengan tindakan-tindakan konyol dari para tokohnya, nyayian dan goyangan konyol khas film india, apalagi durasinya 3 jam. ohhh BIG NO NO.....

tapi setelah menonton, semua bayangan jahat dan buruk tentang betapa idiotnya film ini menguap.
aku justru mendapati ide cermerlang tentang sekolah dan pendidikan.
film ini dibuat berdasarkan novel dengan judul "five point someone" oleh Chetan Bhagat.
tapi sang sutradara Rajkumar Hirani mengubah nama dan atribut para tokohnya. Secara garis besar film dan bukunya terasa berbeda, karena plot dari buku dimodifikasi untuk kesesuaian dengan plot film.

film ini bercerita tentang tiga mahasiswa universitas teknik terkemuka yaitu ICE. tapi dalam perjalanan kuliahnya, mereka menemukan bahwa diperguruan tinggi terbaik pun banyak ditemui uninspiring teacher, rigid teaching method, yang tidak memberikan kesempatan para mahasiswa untuk berkembang.
semuanya harus patuh pada aturan kampus, semuanya hanya terfokus pada cara mendapatkan nilai yang bagus agar dapat bekerja di perusahaan besar dan menjadi sukses secara materi. 
di dalam kelas tidak ada kesempatan bagi para mahasiswa untuk berdiskusi tentang ilmu yang mereka pelajari, semuanya harus terfokus pada buku teks yang dipakai. bahkan saking ketatnya peraturan kampus, ada mahasiswa yang mati bunuh diri karena tidak lulus. 
tiga tokoh utama dalam film ini digambarkan sebagi kaum pembaharu yang ingin mengubah sistem universitas yang kaku. meski dalam perjalanannya mereka harus menghadapi banyak rintangan, hingga nyaris dikeluarkan dari kampus dan salah satunya nyaris mati bunuh diri.
dalam perkembangan plotnya, film ini sebenarnya menghadirkan kisah klasik yang terjadi pada masyarakat kebanyakan.
tuntutan untuk sekolah agar menjadi orang sukses, agar bisa mengubah yang miskin menjadi kaya. (digambarkan oleh tokoh raju rastogi yang kuliah dijurusan teknik untuk mengangkat keluarganya dari kemiskinan)
anggapan stereotip tentang profesi tertentu yang lebih menjanjikan dibanding profesi yang lain. (digambarkan oleh tokoh farhan yang dipaksa untuk kuliah dijurusan teknik karena sang ayah tidak suka dia menjadi fotografer dengan penghasilan rendah)

seperti film bollywood kebanyakan, dalam film ini akan dijumpai tarian dan nyayian. juga ada beberapa adegan yang terlalu didramatisir bahkan cenderung lebay. ada juga bumbu tentang cinta dan happy ending khas film india. 

yang paling membuat film ini berkesan adalah salah satu tokoh central dalam film ini  (rancho) mengatakan bahwa kita tidak harus mengejar sukses tapi harus menjadi unggul, karena kesuksesan akan datang menghampiri orang yang unggul. 
juga anggapan bahwa kesuksesan bukan hanya melulu materi. karena itu dalam bekerja atau memilih pekerjaan, kita harus memilih dan melakukan yang kita suka agar kita bahagia. 
belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai dan gelar insinyur tetapi untuk mendapatkan pengetahuan.  
sebuah pemikiran dan prinsip yang patut untuk dicontoh. terutama karena dalam dunia pendidikan yang aku geluti, banyak siswa ataupun guru yang lebih menekankan pada perbaikan nilai akademik, daripada fokus pada perkembangan kognitif pengetahuan maupun pengembangan diri dan sikap.
yup, ternyata 3 idoits are not idiot at all, they are brilliant :)

xoxoxo
dwizan



2.7.10

pantaskah?

berhentilah meratapi diri yang merasa hanya pantas sebagai bawahan bukan pimpinan.
berhentilah merutuki nasib sebagai orang yang tidak pantas meraih kebahagiaan dan kesuksesan.
sekiranya itulah pemahaman yang aku dapat dari status FB mario teguh pagi ini.

setiap manusia memang berhak dan pantas untuk berhasil, untuk menjadi pemimpin, untuk meraih impian tertinggi.
namun tidak tanpa usaha.
yang utama adalah dengan memantaskan diri. membuat diri kita pantas berhasil, membuat diri kita pantas menjadi pemimpin.

selama ini kita belum berhasil, kemungkinan besar adalah karena kita tidak melakukan hal-hal yang membuat kita pantas untuk berhasil. banyak hal yang telah kita lakukan malah membuat kita menjadi orang yang pantas gagal.

kita ingin pantas menjadi pemimpin, padahal kelakuan kita sehari-hari hanya pantas untuk bawahan. kita bahkan belum pantas untuk memimpin diri sendiri, sesuatu yang menjadi keharusan sebelum kita bisa memimpin orang lain.

hanya pemenang yang mendapat piala. jika ingin menang, berlatihlan, berusalah, dan bertindaklah selayaknya pemenang, hingga kita pantas menjadi pemenang dan mendapat piala.

saat ini, begitu banyak manusia yang merasa pantas menjadi pemimpin bagi manusia lain. padahal mereka sama sekali tidak berusaha membuat diri mereka pantas untuk dijadikan pemimpin.
ketika keinginan untuk menjadi pimpinan ditolak oleh para calon bawahannya, yang dilakukan adalah memarahi, memaki, menyalahkan para calon bawahan itu.
seharusnya para calon pemimpin itu bercermin dan mengoreksi diri. mengapa mereka dianggap tidak pantas menjadi pimpinan. 
seharusnya penolakan itu dijadikan ukuran untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas sehingga dia pantas menjadi pemimpin sejati.

seorang imam yang setiap tiba gilirannya untuk megimami di masjid, mendapati jumlah jamaahnya berkurang dibandingkan dengan imam yang lain, seharusnya tidak malah menyalahkan para jamaah. menganggap mereka malas, menganggap mereka memilih-milih imam dalam beribadah.
meski mungkin anggapan itu benar, namun akan lebih benar jika sang imam kemudian menggunakan kenyataan itu sebagai tolok ukur kepantasan dirinya sebagai imam. 
mungkin saja dia tidak mengimami dengan tulus, sehingga jamaah tidak merasakan kekhusyuan dalam shalatnya. atau mungkin bacaan ayat sang imam yang itu-itu saja sehingga membuat jamaah merasa bosan. atau mungkin bacaan sang imam yang kurang tartil.
jadi, daripada sibuk manyalahkan orang lain, lebih baik dia gunakan waktunya untuk memperbaiki diri. bagaimanapun, para jamaah berhak mendapatkan pemimpin yang baik dalam ibadahnya.
pun demikian para calon pemimpin daerah yang tidak menang dalam pilkada, atau para calon ketua KPK yang tidak lolos seleksi.
daripada sibuk berdemo, sibuk membuat aduan-aduan hukum, sibuk mencari-cari celah panitia pemilihan, lebih baik menggunakan waktu, tenaga, dan hartanya untuk memperbaiki diri, untuk membuat diri mereka pantas sebagai pemimpin di masa depan.


"setiap kita memang pantas berhasil dan pantas menjadi pemimpin, tetapi untuk itu kita harus berusaha sekuat tenaga untuk memantaskan diri menjadi berhasil dan menjadi pemimpin."


sudah pantaskah anda berhasil?

-dwizan-



12.11.09

jangan marah



aku posting ini bukan gara-gara lagi marah terus ga punya tempat pelampiasan. tapi karena pengen aja :)
eits....pembaca dilarang protes apalagi marah-marah. kan sesuai judul.

tapi mau jujur sih....
tadi pas pulang kerja saat sore menjelang maghrib, aku emang sempet kesel and marah-marah sama bikers yang sok aksi dijalanan.
kondisi lalu lintas yang padat, udara sore yang pengap dan penuh polusi, ditambah badan dan pikiran yang capek jadi faktor yang bisa dijadikan pembenaran alasan kemarahan.

padahal, marah-marah sering kali ga bisa menyelesaikan masalah. mungkin malah menambah masalah kalau kemarahan kita tidak tepat.

jadi gimana ya biar bisa marah dengan tepat? marah yang produktif?
ah, aku juga bukan ahlinya dalam hal marah memarahi atau dimarahi.
tapi aku punya beberapa pengalaman tentang marah, memarahi dan dimarahi.

lengkapnya adalah sebagai berikut:

1. ini cerita tentang kakak perempuan ayah yang biasa aku panggil emak. beliau berusia lebih 70 tahun. status beliau sebagia nenek yang rewel sudah terkenal di kalangan cucu-cucunya dan cucu tetangga. suatu saat waktu aku main ke rumah emak, beliau sedang melancarkan aksi marah sambil ngomel-ngomel ke salah dua cucunya. lagi serius adegan perang dunia krucil, si cucu yang sadar sedang dimarahi malah nyletuk... "mak kok marah-marah mulu? kan bosen..capek dengernya"
si emak yang lagi serius marah, dengan entengnya menjawab "ya iyalah marah-marah, mumpung masih idup!!! klo dah mati kan ga bisa marah lagi!!!!"

2. cerita kedua berasal dari seorang rekan guru yang bercerita tentang kelakuan tetangganya. suatu hari, sang ibu tetangga memarahi anaknya yang buannnn..del bangetttt...di depan tetangga yang lain, termasuk ibu guru yang jadi temanku. ditengah-tengah kemarahan, si ibu membandingkan nasib anaknya dengan nasib anak tetangga yang sudah menjadi piatu alias ditinggal mati sang ibu.
"Ben, kamu tuh mustinya bersyukur masih punya mama, makanya jangan bikin mama kesel terus, marah-marah terus. klo mama udah meninggal kayak mamanya Heru, kamu pasti sedih!!!"
Si anak yang diharapkan bakal bertobat dan minta maaf kepada ibunya, malah menjawab sambil ngloyor pergi.. "enak jadi heru dong mah, kan ga punya mama, jadi ga ada yang ngomelin lagi."

3. cerita yang ketiga ini aku sadur dari sebuah buku kumpulan cerita terkenal yang kalau di bahasa indonesiakan judulnya jadi sop ayam. salah satu bagian buku menceritakan tentang istri yang marah-marah dan kesal karena suaminya tidak bisa dan tidak mau membantu pekerjaan rumah tangga yang jumlahnya seabrek-abrek. karena kesal dengan tingkah suaminya yang layah leyeh sementara si istri melakukan semua pekerjaan dari ngepel, nyuci, masak, nyetrika, mandiin anak, sampe potong rumput dan rambut tetangga, sang istri bercerita dengan nada yang sangat kesal..."Ted, you know our neighbor Bob? He always helps Nancy to do the housechores and he's kindda good at it. So if one day Nancy leaves home or die, Bob will be able to survive the house and the kids. i just wonder Ted, what would you do if one day i leave this house or die? since you cannot do any of the chores. i bet you'll never be able to survive"
dan sang suami yang bernama Ted, menjawab tanpa berpaling dari koran yang sedang dibacanya.. ...."well, i simply need to move to Bob's house then."

So,...
masih mau marah-marah kah???????


-dwizan-

23.10.09

hospitalized



sudah dua hari bolos kerja, menunggui ibu di rumah sakit.  layah leyeh without doing anything selain ngladenin ibu makan, minum obat, dan MCK.  dan... menerima tamu :)

waktu ibu divonis harus masuk RS, aku udah heboh. karena ibu cuma beranak dua kali (aku dan kakak) akhirnya kita ga punya amunisi yang banyak untuk jagain ibu di RS. aku yang jam kerjanya lebih fleksible dan lebih gampang bolos akhirnya ngalah untuk jagain ibu dari pagi sampai malem, trus kakak yang bakal nginep di RS dari malem sampai pagi.

aku dah terbayang bosennya di RS, klo cuma layah leyeh, bakal wasting time. sementara aku dikejar deadline pengumpulan naskah soal tanggal 2 november, dan ulangan harian yang belum dikoreksi.

akhirnya, setelah memastikan semua keperluan ibu, aku mulai mempersiapkan semua alat dan bahan yang aku butuhkan selama di RS. Laptop buat internetan dan pengetikan, jawaban ulangan buat dikoreksi, buku teks buat ide bikin soal, buku bacaan yang ringan buat selingan. passs.... semuanya sudah lengkap.

nyampe di RS, kedamaian cuma tercipta disaat jam tidur dan jam makan pagi. selebihnya penuh dengan tamu.
dan rencana kerjaku bubar jalan..grakk!!
yang ada aku malah sibuk nyambut tamu yang dateng ga berenti, persis seperti orang kondangan. busyett... ternyata mommy banyak juga relasinya.
ya..iyalah... ibu sudah lebih tiga puluh tahun berkarir di dunia pendidikan. banyak mantan muridnya yang sudah jadi pejabat negeri ini.. (cie... lebay....) dengan berbagai jabatan struktural yang pernah beliau duduki, pastinya banyak manusia yang beliau kenal. karena baru kali ini beliau dirawat di RS, jadilah kamar tempat ibu di rawat selalu ramai.....dari jam 9 pagi sampai jam 9 malem.

sampai hari ini, hari ketiga di RS, aku bisa nyantai dan ber- blogging ria via koneksi hotspot yang disediakan pihak RS tiap pagi saat ibu sedang tidur setelah makan pagi dan minum obat. persiapan kalau-kalau tamu bakal datang dan mengganggu jatah istirahat.

memang ya, masalah tamu ini malah jadi dilema. di satu sisi, bisa jadi penyemangat buat si sakit karena banyak mendapat perhatian dan dorongan semangat untuk sembuh, tapi di sisi lain, bisa jadi pengacau jadwal pasien yang seharusnya istirahat.

aku ingat kemarin sore, waktu kami cuma berdua dan beliau masih lemah, tiba-tiba beliau bilang:
"boleh ga klo ibu pasang tanda tidak menerima tamu di depan pintu? ibu capek, mau tidur. klo ada tamu jadinya ga bisa tidur, badan pegel, pusing karena diajak ngobrol melulu."
nah lho.... aku cuma bisa senyum tanpa bicara apa-apa.

ya, meski di RS sudah ada jadwal besuk, dan berbagai macam peraturan dari x sampai z tentang tata tertib RS sampai jumlah penjenguk, tapi tetap saja orang-orang datang dan pergi sesukanya. what a waste hehe... :)

oia, waktu aku lagi ngetik ini, pak dokternya bilang ibu sudah boleh pulang sore ini. yay!!!!!
ayo siap-siap.
weks...berarti besok aku masuk kerja lagi dong dong dong, kembali berjibaku dengan kesibukan yang meningkat di akhir pekan. harus say goodbye sama koneksi internet gratisan.....

yo wis lah... ra popo... yang penting ibu sudah sehat dan bisa istirahat lebih banyak di rumah. nanti klo ada tamu, aku kan bisa bilang klo ibu lagi istirahat di kamar dan ga bisa diganggu.

thank GOD. i love you
-dwizan-

13.10.09

dua lelakiku



lagi asik online, tiba-tiba mang Sam masuk sambil bawa undangan. ternyata dari teman SMA. bulan syawal emang musimnya hajatan :). hampir tiap hari pasti ada undangan yang datang. weekend penuh dengan acara kondangan, sementara dompet makin kosong...ups...

emang sih, teman-teman se usia aku yang usianya twenty something pasti banyak yang nikah. sementara teman-teman kakak banyak juga yang nyebar undangan, bukan undangan pernikahan tapi sunatan alias khitanan anak-anaknya :)
sering juga sih yang kasih undangan sekaligus untuk dua acara, pernikahan dan khitanan. tapi bukan mempelai pria nya kan yang di khitan???? bisa gaswat nih kalo bener.... (SENSOR!!!!)

back to the title. kenapa judulnya dua lelakiku? aku bukan ingin membicarakan tentang dua lelaki dalam hal yang satu disunat yang satu dinikahi (ah... sensor lagi deh..)
tetapi tiap kali menghadiri acara akad nikah, aku jadi teringat pernikahan ku lebih setahun lalu. peristiwa sakral itu tidak akan ada dan jadi istimewa tanpa hadirnya dua lelaki yang aku cintai.

dua lelakiku, ayahku dan suamiku....

perlu berhari-hari agar aku bisa meyakinkan ayah untuk menjadi wali nikah ku. bukan karena aku bertengkar dengan ayah, atau karena ayah tidak setuju aku menikah. tapi lebih karena tradisi keluarga dimana sang ayah mempelai wanita menguasakan hak perwalian nikah kepada para ulama.
dulu waktu kakak menikah, ayah memberikan kuasa kepada Ust. ****** (beliau yang namanya tidak boleh disebut, karena aku lupa hahaha) yang dianggap sebagai sesepuh dan ulama dalam keluarga besar. begitupun ketika sepupu perempuanku menikah.

sekarang saat tiba giliran aku menikah, aku memaksa ayah untuk turun tangan menjadi wali nikah ku secara langsung tanpa perantara. awalnya ayah enggan, tapi setelah bujukan dan rayuan maut, plus sanjungan dan sedikit kegombalan, beliau bersedia.

dan terjadilah peristiwa lucu, seru, dan mengharukan yang melibatkan dua lelakiku. hampir seminggu ayah melatih secara intensif kalimat ijab yang harus dia ucapkan. begitu pula dengan suamiku yang waktu itu masih berstatus calon suami. beberapa kali aku memergoki mereka sedang serius berdiskusi tentang kalimat yang harus mereka ucapkan. mereka juga sempat berlatih beberapa gerakan dan isyarat yang akan mereka gunakan pada hari H.
aku dengar ayah berkata setengah mengancam: "pokoknya ga boleh salah atau diulang. cukup sekali!"

aku merasa begitu bangga melihat dua lelakiku berlatih, ah... dua lelaki yang sama-sama aku cintai dan mencintaiku :)

saat hari yang dinantikan tiba, aku merasa gugup. begitu banyak hal yang memenuhi pikiranku. aku mencuri lihat pada ayah. air mukanya tampak aneh. apakah ayah juga gugup? ini pertama kalinya beliau harus menikahkan putrinya secara langsung. peristiwa yang baru pertama kali terjadi dalam keluarga besar. sebuah pendobrakan tradisi.
ah.. ayah yang sudah terbiasa bernego dengan klien selama lebih 30 tahun. ayah yang terbiasa memerintah dengan tegas, ayah yang terbiasa bicara lantang dalam rapat, ayah yang biasa menjadi juara, terlihat begitu gugup.

lamunanku terhenti ketika bunyi rebana memecah kesunyian, tanda bahwa rombongan mempelai pria telah tiba. aku melihat lelakiku, yang aku cintai, yang bersedia ku berikan janji sehidup semati. dia tampak gagah dalam beskap putih.
tapi semakin dekat dengan acara ijab kabul, aku melihat air mukanya berubah. sama seperti ayah, dia tampak begitu gugup. ternyata seorang chief officer yang terbiasa main perintah bisa nerveous juga haha. aku masih suka tertawa jika melihat rekaman video pernikahan kami. wajah gugupnya pada detik-detik menjelang ijab qobul benar-benar terlihat. (sumpah babe, kamu gugup banget, keliatan jelas)
dengan begitu, aku makin teryakinkan bahwa suamiku belum berpengalaman dalam hal menikah

(hayyahh..emang mau ya sama yang udah pengalaman??? mmmm..... mau aja, selama dia jujur soal rekening bank dan terbuka soal dompetnya. jiaahhh matre gue....kelaut aje deh...byurrr!!!!)

alhamdulillah. acara akad nikah berjalan lancar. cukup sekali. diucapkan dengan tegas dan meyakinkan.
terima kasih untuk dua lelakiku. for once in my life i feel so deeply loved. i love yous so.......much.....

*jangan tertipu sama gambar yang aku pasang, aslinya mereka kompak banget. terutama dalam hal mencintaiku :)

0000
-dwizan-